Rumoh Aceh: religion, tradition, and environmental wisdom in Acehnese traditional architecture

., Razuardi and ., Zuraihan and ., Cut Azizah and Mareno, Richard (2025) Rumoh Aceh: religion, tradition, and environmental wisdom in Acehnese traditional architecture. In: Proceedings of the 16th Regional Symposium of the Malay Archipelago Simpora xvi: 2025, 31 Aug - 4 Sep 2025, Universiti Teknologi MARA, Perak.
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan keterpaduan antara nilai sosial, religius, teknologis, dan ekologis dalam arsitektur tradisional Rumoh Aceh. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka mendalam (book-based qualitative review) terhadap Buku Rumoh Aceh (2020) sebagai sumber primer, serta literatur pendukung seperti Ifwadi et al. (2024) dan Zuraihan et al. (2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa tata ruang Rumoh Aceh merefleksikan struktur sosial dan nilai religius masyarakat Aceh melalui pembagian tiga ruang utama—seuramoe keu, teungoh, dan likot—yang diatur oleh norma adat dan syariat. Dari aspek struktur, penggunaan kayu keras lokal, sistem pasak tanpa paku, dan bentuk panggung membentuk teknologi vernakular yang tahan gempa dan adaptif terhadap iklim tropis lembab. Ornamen rumah memuat simbolisme flora, geometris, dan kaligrafi yang mencerminkan filosofi spiritual, sedangkan sistem ventilasi alami dan atap rumbia berlapis menunjukkan efisiensi termal dan ketahanan ekologis. Secara keseluruhan, Rumoh Aceh berfungsi sebagai arsitektur adaptif berbasis budaya yang menegaskan keselarasan antara agama, adat, dan lingkungan serta relevan sebagai model arsitektur tropis berkelanjutan di Indonesia.

Item Details
Edit Item
Edit Item
Downloads & Files
[thumbnail of 142391.pdf]
Text
142391.pdf
Download (1MB)
Indexing & Metrics
Download Statistics